Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Cegah Stunting Melalui One Day One Egg, Mix Melon dan Leaflat,

BANGKA — Mahasiswa KKN kelompok 33 IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) sosialisasi pencegahan stunting di Desa Air Pelempang Jaya, Kabupaten Belitung.
Kegiatan yang menyasar anak dan orang tua ini dilaksanakan di Posyandu Desa Air Pelempang Jaya, Kabupaten Belitung dengan tema “one day one egg mix melon dan leaflat, acara di laksanakan pada tanggal (7 – 14/9/2023).
“Tujuan dilaksanaannya sosialisasi ini untuk melakukan pencegahan stunting yang selalu diabaikan oleh ibu-ibu terhadap pola makan anak yang menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak, maka dari itu ibu-ibu harus paham tentang pencegahan stunting dengan menjaga pola makan yang baik terhadap anak,” ungkap ketua KKN Desa Air Pelempang Jaya, Wedi Widodo.
Wedi menerangkan, one day one egg adalah program pengentasan stunting dengan metode pembagian 1 telur untuk setiap balita selama minimal 3 bulan.
Pemberian telur ini ditunjang dengan intervensi preventif dan promotif kepada ibu hamil, ibu menyusui dan kadar Kesehatan di Desa Aik Pelempang Jaya.
Berdasarkan data lokus Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepuluan Bangka Belitung tahun 2023, sebanyak 5.948 keluarga di daerah ini berisiko mengalami stunting.
Data tersebut menyebar di beberapa desa, yakni Sungai Padang, Desa Air Seruk, Desa Selumar, Desa Keciput, Desa Pelepak Puteh, Desa Tanjung Bingga, Desa Badau, Desa Kacang Butor, Desa Ibul, Desa Suak Gual, Desa Petaling, dan Kelurahan Pangkallalang.
Adapun langkah yang dapat diambil guna meminimalisir pencegahan stunting menurut unicef.Org yakni dengan memperhatikan gizi pada ibu hamil agar bayi sehat sejak lahir. Selain itu memberikan makanan pendamping ASI yang tepat dan sesuai rekomendasi, juga mengenalkan makanan sehat pada anak.